June, 1st 2009

June 1st, 2009 by kuasamu

Nyawa Hidupku
By : Ada Band

Angin malam berhembus
Lirih dingin menyapa
Coba merasakan
Semilir kehadiranmu
Jangan ku tanya cinta
Kemana arah dan tujuannya
Bila memang berpisah
Mengapa maut memisahkan

Aku memujimu jika jauh
terdengar satu ke angkasa
Rintihan hatiku memangilmu
dapatkah kau dengar nyawa hidupku

hancur jiwa ragaku
hancur berkeping2
tangan dan kaki tiada berpijak di bumi lagi

kau menelanjangi diriku selalu
lewat indahnya peluk kasih
merangkul kalbu yang membelenggu
dan kini tinggalkanku

Sungguh,, malam telah membuat diriku rapuh.
Tuhan,, aku ingin malam pergi menjauh.
Karena aku tak ingin kembali terjatuh.
Namun, aku ingin tetap bisa melihat bintangku.
Walau tak terjangkau ragaku..
Tuhanku,, izinkan aku melihat bintangku..
Meskipun dari jauh dan dengan hati yang berpeluh..
Tuhanku,, aku merindukan bintangku..

Gara” boKek…

February 12th, 2009 by kuasamu

Gara- Gara Bokek

“ Zal, pinjem duitnya, dong. “

Di antara tidurku pagi itu aku mendengar sayup- sayup suara di kupingku. Namun akibat dari udara dingin yang menyergap dan rasa kantukku gara- gara begadang, kuindahkan suara- suara yang terus mendengung di telingaku.

“ Zal, bangun, aku butuh duit, nih. “

Terdengar suara itu lagi. Ah, males. Dingin, br, br,br..

Tiba- tiba sejenak waktu kemudian kurasakan ada tangan yang memegang bahuku dan perlahan menggoyangkannya. Deg, aku terkesiap. Siapa, ya? Bukankah di kamar kostku hanya ada aku sendiri? Sejak tadi malam tak ada teman kost yang berkunjung di kamarku. Lagi pula dingin- dingin begini siapa yang sudah bangun? Lha, wong, gempa tiga tahun lalu aja mereka gak bangun. Lantas siapa yang sekarang berada di kamarku dan tangannya nakal ‘nggrathil’ memegang bahuku dan menggoyang- goyangkannya? Ya, Allah, Rizal sudah sholat subuh tadi, doaku dalam hati.

Dengan kuberanikan diri walaupun masih ada perasaan takut kucoba menarik nafas pelan- pelan menenangkan diri dan kugerakkan tanganku mencari tangan sesosok yang menggoyangkan tubuhku. Yup, i find it ! Teriakku dalam hati setelah menemukan apa yang kucari. Perlahan dari punggung tangannya tanganku naik untuk mencari pergelangan tangannya. Huh, siapa, sih, yang punya tangan berbulu begini? Dengusku dalam hati.

“ Eh, Rizal! Dasar, loe, nyuri- nyuri kesempatan pegang tangan gue! “ teriak Doni marah.

“ What?? Ngapain kamu di sini, Don? Pagi- pagi lagi? “ balasku tak kalah sewot. Lha siapa yang gak sewot, udah pagi- pagi, ganggu tidur orang, nggrayangin lagi, eh, malah marah- marah. Kebalik, dong, seharusnya yang marah tuh aku! Mataku melotot menjurus ke arah Doni.

Sory, sory. Aku butuh, nih. Mulutku kering. Tapi duit gak ada. “

“ Huh, baru empat hari, udah habis punyamu? Tuh, ambil di kotak di atas almari,” suruhku.

Doni pun beranjak dari tempat tidurku dan mengambil kotak di atas almari.

“ Busyet! Kamu juga pake, Zal? Sejak kapan? Aku kasih tahu ke ibumu mati loe !” katanya. “ Ck, ck, ck.” Doni menggeleng- gelengkan kepala tidak percaya.

“ Enak aja. Itu punya temenku. Hadiah katanya. Padahal dia tahu kalo aku gak make. Main maksa aja dia. Eh, how lucky you are. Tuh barang bisa buat elo, “ jelasku panjang lebar.

“ Hm, selera temenmu bagus juga. Ni macem emang paling nikmat…” katanya lagi sambil mencium bungkus barang itu. Mata Doni berbinar- binar membayangkan paginya ditemani barang dariku. “ Thanks, ya.” Doni pun keluar dari kamarku bernyanyi- nyanyi kecil. Tralala, trilili…

Alhamdulillah, batinku lega. Gangguan telah berakhir. Kulanjutkan lagi tidurku pagi itu. Tidur lagi? Iya, sob. Ngantuk banget, nih. Gara- gara begadang ngerjain laporan yang baru selese tadi subuh. Habis, tuh laporan musti dikumpulin nanti siang. Hm, kuposisikan tubuhku senyaman mungkin untuk melanjutkan tidurku. Bismillahirrahmanirrahim. Ya, Allah, nanti Rizal akan kuliah pukul 10.00. Bangunkan daku pukul sembilan,ya.. Mataku pun terpejam kembali.

Tiba- tiba….

“ Rizal !!! Nih, rokok zaman kapan???? Kok, rasanya asem?? “ teriak Doni dari kamarnya.

“ Enggak tahu! Rokok itu punya temenku yang dateng ramadhan kemaren…” balasku masih dengan mata terpejam. Rasain, batinku. Sama rokok aja nyandu..

“ ********************!!” ( sensor, red. ). Tut………..

Hehe,, mbak Cita n mba Upik,, erni bingung mo bikin cerpen yang bertema penghematan. Nha,, habis gak tau lagi apa yang mo ditulis erni hanya bisa ngebuat ini. Klo wangun ya monggo tapi kalo gak cocok jangan dipake. Nih cerpen gak ada alim2nya barang dikit. Jadi mohon kebijaksanaan dari mabk2 skalian.. makasih.. syukron..

kuasaMu

February 12th, 2009 by kuasamu

KuasaMu, Tuhanku

Ya, Tuhanku

Hati manakah yang bersuara padaku

Di kala aku merasa rindu

Akan diriMu

Ya, Tuhanku

Jiwa manakah yang berbisik padaku

Ketika aku merasa pilu

Akan kobaran nafsuku

Ya, Tuhanku

Sungguh kucinta padaMu

Namun ku juga sayang dirinya

karenaMu, Tuhanku

Ya, Tuhanku

Jika tlah sampai waktuku

Jika tlah sampai waktunya

Dan jika memang itu jalanMu

Pertemukanlah kami bersama..

Dalam naungan cintaMu, ya Tuhanku..

Hello world!

February 12th, 2009 by kuasamu

Welcome to Friendster Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!